“Wahai malaikat kecilku… Aku mungkin tidak sehebat dan sempurna seperti malaikat impianmu. Karena, Aku hanya punya dua mata, yang dapat menatapmu hangat Aku cuma punya satu mulut, yang hanya bisa tersenyum untukmu Aku hanya punya dua telinga, yang sanggup mendengarkan kisah-kisahmu Aku juga punya dua tangan kecil, yang dapat merengkuhmu kapanpun kau mau Dan aku punya satu hati, yang menyimpanmu disudutnya yang dalam dan hangat. Malaikat kecilku, Terimakasih atas perhatianmu selama ini. Aku yakin suatu hari nanti kau akan jadi malaikat bagi orang-orang disekelilingmu. Kepakkan sayapmu setinggi yang kau mau. Tak perlu khawatir kau kesepian, karna hamparan bintang-bintang akan selalu menemanimu di tiap langit cakrawala”. Sebelum aku menutup mata, Aku ingin melihatmu dewasa