Skip to main content

Malaikatku

 

“Wahai malaikat kecilku…

Aku mungkin tidak sehebat dan sempurna seperti malaikat impianmu. Karena,

Aku hanya punya dua mata, yang dapat menatapmu hangat

Aku cuma punya satu mulut, yang hanya bisa tersenyum untukmu

Aku hanya punya dua telinga, yang sanggup mendengarkan kisah-kisahmu

Aku juga punya dua tangan kecil, yang dapat merengkuhmu kapanpun kau mau

Dan aku punya satu hati, yang menyimpanmu disudutnya yang dalam dan hangat.

Malaikat kecilku, Terimakasih atas perhatianmu selama ini.

Aku yakin suatu hari nanti kau akan jadi malaikat bagi orang-orang disekelilingmu.

Kepakkan sayapmu setinggi yang kau mau.

Tak perlu khawatir kau kesepian, karna hamparan bintang-bintang akan selalu menemanimu di tiap langit cakrawala”.

Sebelum aku menutup mata,

Aku ingin melihatmu dewasa

Anakku

Comments

Popular posts from this blog

Ujian Pertama di Bulan Puasa

Siang pertama di bulan puasa bukanlah penyebab bintik-bintik keringat yang mulai bermunculan di kening para mahasiswa. Penyebabnya adalah ujian lisan mata kuliah Psikologi Pendidikan, dan wajah Bu Esti, dosen penguji, yang dalam sekejap bisa mengubah bintik keringat itu menjadi tetesan.  Satu julukan untuk Bu Esti: Dosen Tanpa Ampun Terlalu lurus, terlalu disiplin, terlalu kaku. Wajahnya datar nyaris tanpa ekspresi Tapi sorot matanya bisa melunturkan keberanian sebelum satu kata pun terucap. Beberapa mahasiswa  yang mendapat giliran sehari sebelumnya dikabarkan kehilangan suara, bahkan ada yang keluar dengan mata merah mau menangis. Di depan ruang sidang, sebuah lorong panjang menjadi tempat para mahasiswa menunggu giliran. Suasana hening, kecuali beberapa bisik- bisik panik dan buku catatan yang dibolak-balik tanpa benar-benar dibaca.  Pintu ruang sidang terbuka. Asisten Bu Esti muncul, menyampaikan pesan bahwa siapa pun yang siap, dipersilakan maju lebih dulu.  Tak...

Ten Thousand Lifetime

I will search for you through a Thousand Worlds and Ten Thousands of a Lifetime . Until I find you 47 ronin

Kepingan

Dari kepingan kepingan tersisa Dari reuntuhan bangunan cinta Kubangun harapan harapan baru Tak mudah, tapi juga tak sulit Bersama kita bangun Gubuk hangat kasih sayang 24jan19