Skip to main content

Posts

Showing posts with the label puisi

Rintih dibawah senja

Oleh Siti Halimah Waktuku telah terbuang. Hingga air mata tak mampu lagi tuk Keluar. Berwaktu-waktu ku disana, menunggu, menunggu dan menunggu. Apa dia tak tau bahwa aku disini mencemaskannya ??  Angin hanya bisa menembus bajuku,  Tapi tak bisa menembus hatiku. Senja, senja dan senja… Tepat waktu itulah aku kembali bergegas kehunianku. Bertemu Ayah dan Ibuku. Sebenarnya, aku sedih. Tak pernah ada kabar darinya. Hari-hariku dipenuhi dengan Rintih dan rasa kecewa. Kelam dan Mendung, Sunyi dan Sepi. Aku Melepaskan rasa itu pada Senja yang Dia beri .

Cintamu

bukankah aku sudah mengatakan kepadamu kemarilah rengkuh aku dengan sepenuh jiwamu datanglah aku akan berlari menyambutmu tapi kau terus sibuk dengan dirimu kalaupun datang kau hanya menciumi pintu rumahku tanpa meski sekedar melongokku kau hanya membayangkan dan menggambarkan diriku lalu kau rayu aku dari kejauhan kau merayu dan memujaku bukan untuk mendapatkan cintaku tapi sekedar memuaskan egomu kau memarahi mereka yang berusaha mendekatiku seolah olah aku sudah menjadi kekasihmu apakah karena kau cemburu buta atau takut mereka lebih tulus mencintaiku Pulanglah ke dirimu aku tak kemana mana 2005 Mustofa Bisri

Jangan Batalkan Cinta

Engkau mendengar bangsa ini memerlukan kemesraan Maka engkau menelusuri nusantara Mengakrabi setiap manusia Merangkul alam dan segala hamba Mengikat tali sejati persaudaraan Tetapi engkau ditertawakan oleh kekuasaan Engkau tersisih dari lingkaran persaingan Dengarlah kubisikkan sesuatu ke telingamu Sudah lama aku menjadi bagian dari dirimu Aku ikut berdetak dengan jantungmu Mengalir dalam darahmu Kusyukuri gembiramu, kutangisi sedihmu Tolong jangan ajak aku bunuh diri Dengan mundur dari nikmatnya kemesraan ini Emha Ainun Nadjib, 2006

Denganmu Ku Ingin Hidup Seribu Tahun Lamanya

Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan. Tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti perjalanan hati nurani. Kutahu kau mencintaiku saat kulihat binar matamu bersinar saat menatapku, teduh dan hangat. Kutahu kaulah tempatku bersandar dan berlindung. Yang kuharap malam ini hanya tenangmu. Yang kuinginkan saat ini hanya damaimu. Yang kupinta detik ini hanya bahagiamu. Met tidur, sayang… Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu!? Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu. bila kau menangis. .hatiku pun bersedih bila kau senang. .hatiku pun berbunga bila kau gelisah. .hatiku pun bergejolak ini semua karena. . . kita SEHATI. . . bertemu denganmu adalah takdir, menjadi temanmu adalah pilihanku, tapi jatuh cinta denganmu itu di luar kemampuanku.. Kata ya...

Aku Harus Pergi

September 7, 2010 by Jazzuly Aku datang tidak untuk semua ini Tidak untuk menyadarkan engkau Bahwa pada akhirnya setiap kenyataan dan harapan Dari sungai pelangi mimpi yang kemarin kita arungi Ternyata bukan milik kita Tapi milik mereka yang beruntung dengan kisah abadinya Dan aku pergi bukan karena semua itu Bukan karena penat atau hatiku yang menyusut Juga tidak untuk menemukan penggantimu Karena kehadiran mereka hanya akan membuatku terjaga Bahwa kaulah satu-satunya wanita yang pantas ada disampingku Akan kita apakan kuil kenangan ini? Merelakannya runtuh dan terabaikan? Atau tetap berdiri kokoh pada ingatan dan sela lamunan? Hmm, biarlah itu menjadi urusan waktu Punah dari tata surya Bukan berarti aku lelah memberimu cahaya Salahkah, bila aku tak ingin genang pasang di lautan matamu Menenggelamkan perasaan yang seharusnya membiak di setiap detak jarum jam? Waktu yang membawaku ke dalam hidupmu Waktu juga yang merenggutku darim...