Skip to main content

Posts

Showing posts with the label brainstorming

Belajar dari Jogokariyan

Nama Masjid ini tidak terdengar Islami. Masjid Jogokariyan namanya. Arsitekturnya sederhana, tidak se ‘wah’ Masjid megah nan berlapis emas dengan arsitektur memukau. Pun tak sebesar Masjid lain di perkotaan yang dihiasi ornamen-ornamen memikat. Masjid Jogokariyan memang hanya Masjid kampung yang sederhana dengan dua lantai. Akan tetapi, soal manajemen dan kemakmuran rumah ibadah umat Islam, Masjid yang berlokasi di jalan Jogokariyan no. 36 Yogyakarta ini boleh dijadikan sebagai tempat studi banding. Jamaah Shubuh di Masjid ini separuh dari Jamaah Jum’at! Ramai sekali. Di saat banyak Masjid yang sangat bergantung pada sumbangan warga di sekitarnya, Masjid Jogokariyan malah tidak bergantung pada infaq dan shadaqah masyarakat. Bahkan, dengan manajemen yang profesional, keberadaan Masjid Jogokariyan justru membantu kehidupan ekonomi warga sekitar. Masjid Jogokariyan mampu menjadikan ekonomi berbasis Masjid sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Prinsipnya, “Jika pasar mengalahkan M...

Anak anak

Mereka lah penerus mbah Marijan.. Seneng ketemu anakanak ini di lereng Merapi, Cangkringan..

Pilih Kawan atau Lawan?

Pilih Kawan atau Lawan? BAGAI musuh dalam selimut, kawan bisa berubah jadi lawan, apalagi jika menyoal promosi atau kenaikan jabatan. Ya, berita promosi jabatan adalah hal menggembirakan bagi Anda, tapi tidak bagi sahabat atau rekan seprofesi Anda di lingkungan kerja. Setelah ditelisik, ia teramat cemburu dengan kesuksesan yang Anda raih. Mengingat, Anda bekerja di dalam satu tim dan mengerjakan proyek bersama-sama. Bersahabat dengan rekan sekerja memang tidak ada masalah, "asalkan Anda tidak mencampuradukkan urusan pribadi ke dalamnya," ungkap konsultan karir, Novita Widyawati. Namun, perlu Anda pahami terlebih dulu, pola pertemanan yang terjalin antara Anda dengan rekan sekerja, imbuhnya. Tak dipungkiri, pola asuh dalam keluarga (internal) memegang peranan memunculkan perilaku positif atau negatif di lingkungan bekerja. Nilai. Semenjak kecil, orang tua kita telah menanamkan keyakinan, bahwa kita harus bisa menjadi yang terbaik. Hal inilah yang lalu membentuk po...

Berpelukanlah

"Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari,"  kata Virginia Satir, terapis keluarga. Mungkin,  Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat, panjang umur, dan awet muda? Kapan terakhir kali Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda? Jika jawabannya jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali, coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini Anda rasakan? Bisa jadi Anda sering sakit-sakitan, depresi, stres, sakit kepala, dan emosional. Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisik dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat. Pelukan Damai Saat berpe...

Tanyakan pada diri sendiri, "mengapa?"

Seorang pekerja wanita berangkat dari rumahnya ke kantor dengan menggunakan bus antar-jemput yang mengantarkan terlebih dahulu pekerja lain di beberapa kantor di sekitarnya. Bus itu mengantarkan wanita tadi satu jam lebih awal dari jam kerjanya. Saat pulang kerja, bus itu menjemputnya ke kantor sekitar 50 menit setelah ia menyelesaikan pekerjaannya. Secara keseluruhan dua jam telah terbuang percuma sehingga ia menjadi lelah. Apalagi ia harus bangun pagi agar tidak tertinggal bus jemputannya itu, yang akhirnya ia mengorbankan waktu tidurnya juga. “Mengapa engkau tidak menggunakan kereta saja? Layanan seperti itu lebih mewah, tepat waktu, murah, dan nyaman,” kata seseorang kepada wanita itu. “Saya tidak pernah menggunakan kereta dalam hidup saya.” “Tapi kereta lebih murah beberapa puluh ribu setiap  bulannya dibandingkan membayar bus.” “Tidak, aku tidak menggunakan taksi dan kereta karena ini adalah aturan hidup saya.” “Mengubah aturan dan mulailah menggunakanya, banyak kok par...

Ibu harus mau diganggu...!!

Seorang dokter yg bertugas di sebuah desa sedang berkeliling ke rumah warga lalu mampir di rumah seorang petani, ia terkesan oleh kepandaian dan sikap ramah dari anak si petani yg menyambut kedatangannya. Usianya kira-kira 5th, sang dokter penasaran mengapa anak itu begitu ramah. Tak lama ia menemukan jawabannya, tatkala ibu anak itu tengah sibuk di dapur mencuci piring-piring dan perkakas dapur yg kotor, si anak datang kepadanya dengan membawa sebuah majalah "Bu, apa yg sedang dilakukan pria dalam foto ini?", tanyanya. Sang dokter tersenyum kagum ketika melihat ibu anak itu segera mengeringkan tangannya, duduk di kursi, memangku anak itu dan menghabiskan waktu selama sepuluh menit utk menerangkan serta menjawab berbagai pertanyaan buah hatinya.    Setelah anak itu beranjak pergi sang dokter menghampiri ibu itu dan berujar, "Kebanyakan ibu tidak mau diganggu saat ia sedang sibuk? Mengapa ibu tidak seperti itu?" Dengan senyum si ibu menjawab, "Saya ...

INIKAH YANG KITA INGINKAN

Hiruk pikuk Pemilu sudah lama berlalu. Setelah melalui jalan berliku hingga berujung keputusan MK, terpilih sudah Presiden & Wakil Presiden Indonesia. Lalu, caci maki dan telunjuk fitnah masih juga bertebaran. Inikah yang kita inginkan? Apakah kita lupa bahwa kritik jauh lebih berguna jika ada fakta yang mendukung dan ada solusi yang juga ditawarkan. Berjabat tangan dan bertegur sapa dibutuhkan untuk menunjukkan bahwa kebesaran bangsa adalah diatas segalanya. Kerja nyata dan kepedulian membangun jauh lebih bermakna daripada tudingan berbau dendam. Kata kata menyejukkan dan berempati menjadi jalan berdiskusi. Harusnya inilah yang kita inginkan!!! Terimalah senyumku dan jabat tanganku, ikhlas kuberikan untuk kebesaran dan kedamaian bangsaku

9 Resolusi Proaktif untuk Karier Cemerlang

- Waktu berlalu. Saatnya Anda memulai perencanaan karier agar lebih baik lagi ke depan. Berikut saran yang diberikan Shelly Gorman, direktur managemen karier dari UNC Kenan-Flagler Business School, tentang beberapa resolusi proaktif yang bisa dilakukan untuk meningkatkan karier Anda.  C ek kembali manajemen karier Anda.  Untuk memastikan Anda berada pada jalur karier yang tepat untuk Anda, maka tak ada salahnya untuk mengecek kembali dan intropeksi diri Anda dengan pertanyaan seperti, "Dalam pekerjaan ini apakah saya bisa sepenuhnya memanfaatkan keahlian saya?", "Apa visi lima tahun saya ke depan, dan apakah karier saya yang sekarang bisa mewujudkan hal ini?", "Apakah saya menikmati apa yang saya lakukan sekarang ini?" Miliki pola pikir proaktif.  Terkadang banyak orang yang terperangkap untuk selalu menunjukkan nilai dan kemampuan mereka, tapi sayangnya mereka tidak pernah mendapatkan apa yang mereka inginkan karena mereka tidak berpikir proaktif dan...

Sistem Nilai

Sistem Nilai Apakah yang Kita Pilih? Benarkah yang salah selalu adalah ia dan mereka? Sementara yang benar pasti kita dan saya? Benarkah yang harus direformasi selalu adalah yang di situ dan di sana, dan bukan yang di dalam diri kita sendiri? Mungkinkah reformasi eksternal dikerjakan tanpa berakar pada reformasi internal? Apakah sesungguhnya yang sedang berlangsung di dalam syaraf-syaraf hati kita serta sel-sel otak kita? Sistem nilai apakah yang sesungguhnya kita pilih untuk mengerjakan gegap gempita yang kita sebut reformasi ini? Demokrasi, sosialisme, Jawaisme, Islam, Protestanisme, Yahudisme, Serabutanisme, kebencian, dendam, atau apa? Emha Ainun Nadjib