Sajak Ibunda Oleh: WS Rendra Mengenangkan ibu adalah mengenang buah-buahan. Istri adalah makanan utama. Pacar adalah lauk pauk. Dan Ibu adalah pelengkap sempurna. Kenduri besar kehidupan. Wajahnya adalah langit senjakala : keagungan hari yang telah merampungkan tugasnya. Suaranya menjadi gema dari bisikan hati nuraniku. Mengingat ibu, aku melihat janji baik kehidupan. Mendengar suara ibu, aku percaya akan kebaikan hati manusia. Melihat foto ibu, Aku mewarisi naluri kejadian alam semesta. Berbicara dengan kamu, saudara-saudaraku, aku pun ingat bahwa kamu juga punya ibu. Aku jabat tanganmu, aku peluk kamu di dalam persahabatan. Kita tidak ingin saling menyakitkan hati, agar kita kita tidak saling menghina ibu kita masing-masing yang selalu, bagai bumi, air dan langit, membela kita dengan kewajaran. Maling punya ibu. Pembunuh punya ibu. Demikian pula koruptor, tiran, facist, wartawan amplop, dan anggota parlemen yang ...