Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Rumi

Kembali Kepada Tuhan

Kembali Kepada Tuhan Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka, maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.Begitulah caranya! Jika engkau hanya mampu merangkak, maka merangkaklah kepadaNya! Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk, maka tetaplah persembahkan doamu yang kering, munafik dan tanpa keyakinan; kerana Tuhan, dengan rahmatNya akan tetap menerima mata wang palsumu! Jika engkau masih mempunyai seratus keraguan mengenai Tuhan, maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja.Begitulah caranya! Wahai pejalan! Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji, ayuhlah datang, dan datanglah lagi!Kerana Tuhan telah berfirman: “Ketika engkau melambung ke angkasa ataupun terpuruk ke dalam jurang, ingatlah kepadaKu, kerana Akulah jalan itu.” ~ Jalaluddin Rumi ~

Manfaat Pengalaman

Kebenaran yang agung ada pada kita Panas dan dingin, duka cita dan penderitaan, Ketakutan dan kelemahan dari kekayaan dan raga Bersama, supaya kepingan kita yang paling dalam Menjadi nyata. ~ Jalaluddin Rumi ~

Wahai Kekasih, Dekap Aku dalam Cintamu

Oleh Jalaluddin Rumi Asap yang menari bersama cinta – Wahai Kekasih, dekap aku seperti asap yang menari itu Panas yang membakar dalam api Wahai kekasih, dekap aku seperti panas membakar api Lilin cintaku terbakar oleh rasa kangen Seperti lelehan lilin ia menangis Seperti sumbu lilin yang terbakar habis Wahai kekasih, dekap aku seperti lilin yang meleleh karena sumbunya terbakar api Saat sekarang kita berjalan bersama menyusuri jalan cinta Tak dapat kita tidur lagi malam-malam Di rumah penginapan pemusik menabuh genderang dan drum – Wahai Kekasih, dekap aku seperti pejalan dan pemusik itu Malam gelap, para pecinta tak terlelap Jangan ganggu mereka dengan keinginan untuk tidur sejenak Satu yang mereka inginkan, di sini bersama kita Wahai Kekasih, dekap aku seperti para pencinta luapkan cinta Penyatuan diri bagaikan sungai yang mengalir dengan sepenuh godaan menuju laut Malam nanti bulan akan mencium bintang-bintang Majnun menjelma Laila – Wahai Keka...