Skip to main content

Posts

Jangan Menangis

Jika masih ada waktu, Aku adalah milikmu..... Jangan kau menangis

When

Kemerdekaan

kemerdekaan mengajarkan aku berbahasa membangun kata-kata dan mengucapkan kepentingan kemerdekaan mengajar aku menuntut dan menulis surat selebaran kemerdekaanlah yang membongkar kuburan ketakutan dan menunjukkan jalan kemerdekaan adalah gerakan yang tak terpatahkan kemerdekaan selalu di garis depan* Solo, 27-12-1988

Memberi Kepada Orang Lain

Di sebuah kota tinggallah dua orang bijak yang sudah hidup bersama selama 30 tahun. Selama itu mereka belum pernah sekalipun bertengkar. Suatu hari seorang dari mereka berkata, ''Tidakkah kau berpikir bahwa inilah saatnya kita bertengkar, paling tidak sekali saja?'' Kawannya menyahut, ''Bagus kalau begitu! Mari kita mulai. Apa yang harus kita pertengkarkan?'' Orang bijak pertama menjawab, ''Bagaimana kalau sepotong roti ini?'' ''Baiklah, marilah kita bertengkar karena roti ini. Tapi, bagaimana kita melakukannya?'' tanya orang bijak kedua. Orang bijak pertama lalu berkata, ''Roti ini punyaku. Ini milikku semua.'' Orang bijak kedua menjawab, ''Kalau begitu, ambil saja.'' Para pembaca yang budiman, alangkah damainya dunia ini kalau kita semua berperilaku seperti dua orang bijak tersebut. Coba Anda renungkan!.  Kita suka meminta, tapi sayangnya kita tak suka memberi. Bahasa kita seha...

Hanya Cinta

Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang   pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi. Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, aku putuskan untuk melakukannya sendiri.. Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untu k makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap ...

Keajaiban Kasih Sayang

Oleh: Gede Prama Dunia yang semakin rumit. Ini potret zaman ini. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak berhasil membuat kompleksitas permasalahan di segala bidang menurun. Sebaliknya, di segala bidang muncul kerumitan-kerumitan yang semakin rumit. Di tengah kelangkaan jalan keluar, biasanya manusia menunggu datangnya keajaiban. Kebanyakan manusia mengira, keajaiban datang dari langit, lupa bahwa keajaiban yang paling ajaib datang dari dalam hati. Keajaiban dari dalam hati, muncul dalam keseharian yang penuh dengan kasih sayang. Kesembuhan Keajaiban kasih sayang yang pertama, muncul dalam bentuk kesembuhan. Dulunya, kasih sayang menyembuhkan hanya cerita di dunia spiritual. Sekarang, berlimpah riset yang mendukung penemuan ini. Salah satu riset yang paling sering dikutip dalam hal ini, adalah dua kelompok mahasiswa yang diminta menonton dua film berbeda. Keduanya air liurnya diambil sebelum dan setelah menonton film untuk melihat kekebalan tubuhnya. Hasilnya sangat me...

Pilih Kawan atau Lawan?

Pilih Kawan atau Lawan? BAGAI musuh dalam selimut, kawan bisa berubah jadi lawan, apalagi jika menyoal promosi atau kenaikan jabatan. Ya, berita promosi jabatan adalah hal menggembirakan bagi Anda, tapi tidak bagi sahabat atau rekan seprofesi Anda di lingkungan kerja. Setelah ditelisik, ia teramat cemburu dengan kesuksesan yang Anda raih. Mengingat, Anda bekerja di dalam satu tim dan mengerjakan proyek bersama-sama. Bersahabat dengan rekan sekerja memang tidak ada masalah, "asalkan Anda tidak mencampuradukkan urusan pribadi ke dalamnya," ungkap konsultan karir, Novita Widyawati. Namun, perlu Anda pahami terlebih dulu, pola pertemanan yang terjalin antara Anda dengan rekan sekerja, imbuhnya. Tak dipungkiri, pola asuh dalam keluarga (internal) memegang peranan memunculkan perilaku positif atau negatif di lingkungan bekerja. Nilai. Semenjak kecil, orang tua kita telah menanamkan keyakinan, bahwa kita harus bisa menjadi yang terbaik. Hal inilah yang lalu membentuk po...