Skip to main content

Ibu harus mau diganggu...!!


Seorang dokter yg bertugas di sebuah desa sedang berkeliling ke rumah warga lalu mampir di rumah seorang petani, ia terkesan oleh kepandaian dan sikap ramah dari anak si petani yg menyambut kedatangannya. Usianya kira-kira 5th, sang dokter penasaran mengapa anak itu begitu ramah. Tak lama ia menemukan jawabannya, tatkala ibu anak itu tengah sibuk di dapur mencuci piring-piring dan perkakas dapur yg kotor, si anak datang kepadanya dengan membawa sebuah majalah
"Bu, apa yg sedang dilakukan pria dalam foto ini?", tanyanya.
Sang dokter tersenyum kagum ketika melihat ibu anak itu segera mengeringkan tangannya, duduk di kursi, memangku anak itu dan menghabiskan waktu selama sepuluh menit utk menerangkan serta menjawab berbagai pertanyaan buah hatinya.   
Setelah anak itu beranjak pergi sang dokter menghampiri ibu itu dan berujar, "Kebanyakan ibu tidak mau diganggu saat ia sedang sibuk? Mengapa ibu tidak seperti itu?"
Dengan senyum si ibu menjawab, "Saya masih bisa mencuci piring dan perkakas kotor itu selama sisa hidup saya, tetapi pertanyaan-pertanyaan polos putra saya mungkin tidak akan terulang sepanjang hidup saya."

Janganlah kita sebagai orang tua menjadi terlalu sibuk dgn pekerjaan, hobi, Blackberry, hewan kesayangan dan lain-lain sampai-sampai begitu sedikit bahkan....tidak ada waktu tersisa untuk bercengkrama, berbicara, bermain bersama dengan anak. 

Jika anak menghampiri Anda dan ingin mengajak berbicara, sebaiknya "Hentikan" apapun yang sedang anda lakukan dan jadilah pendengar yg baik bagi dia. Sadarlah bahwa mungkin itu tidak akan pernah datang lagi. Waktu terus berjalan dan tidak pernah kembali. Anda akan tahu bahwa anak Anda sedang tumbuh besar saat mereka mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ada jawabannya :)

Comments

Popular posts from this blog

Ujian Pertama di Bulan Puasa

Siang pertama di bulan puasa bukanlah penyebab bintik-bintik keringat yang mulai bermunculan di kening para mahasiswa. Penyebabnya adalah ujian lisan mata kuliah Psikologi Pendidikan, dan wajah Bu Esti, dosen penguji, yang dalam sekejap bisa mengubah bintik keringat itu menjadi tetesan.  Satu julukan untuk Bu Esti: Dosen Tanpa Ampun Terlalu lurus, terlalu disiplin, terlalu kaku. Wajahnya datar nyaris tanpa ekspresi Tapi sorot matanya bisa melunturkan keberanian sebelum satu kata pun terucap. Beberapa mahasiswa  yang mendapat giliran sehari sebelumnya dikabarkan kehilangan suara, bahkan ada yang keluar dengan mata merah mau menangis. Di depan ruang sidang, sebuah lorong panjang menjadi tempat para mahasiswa menunggu giliran. Suasana hening, kecuali beberapa bisik- bisik panik dan buku catatan yang dibolak-balik tanpa benar-benar dibaca.  Pintu ruang sidang terbuka. Asisten Bu Esti muncul, menyampaikan pesan bahwa siapa pun yang siap, dipersilakan maju lebih dulu.  Tak...

Ten Thousand Lifetime

I will search for you through a Thousand Worlds and Ten Thousands of a Lifetime . Until I find you 47 ronin

Kepingan

Dari kepingan kepingan tersisa Dari reuntuhan bangunan cinta Kubangun harapan harapan baru Tak mudah, tapi juga tak sulit Bersama kita bangun Gubuk hangat kasih sayang 24jan19