Skip to main content

Aku (tidak) mengenang luka

Aku (tidak) mengenang luka
Sekarang Aku tidak mengenang luka
Yang kau torehkan padaku
Bukan, bukan itu
Aku mengenang, adakah aku
Memberimu luka dahulu
Pada saat saat engkau bersamaku

Saat awal bertemu,
Satu tangismu kutemui
Kau bicara tentang luka cinta pertama

Tangisan keduamu yang kutemui
Adalah saat aku berpisah darimu
Berpuluh pisau menusuk

Sekarang aku tak ingin memberimu tangis ketiga
Aku merindumu
Juga aku tak mampu memelukmu lagi

Cukuplah kau tahu
Ternyata cinta saja tak cukup
untuk menyatukan mimpi yang berbeda

Comments

Popular posts from this blog

Ujian Pertama di Bulan Puasa

Siang pertama di bulan puasa bukanlah penyebab bintik-bintik keringat yang mulai bermunculan di kening para mahasiswa. Penyebabnya adalah ujian lisan mata kuliah Psikologi Pendidikan, dan wajah Bu Esti, dosen penguji, yang dalam sekejap bisa mengubah bintik keringat itu menjadi tetesan.  Satu julukan untuk Bu Esti: Dosen Tanpa Ampun Terlalu lurus, terlalu disiplin, terlalu kaku. Wajahnya datar nyaris tanpa ekspresi Tapi sorot matanya bisa melunturkan keberanian sebelum satu kata pun terucap. Beberapa mahasiswa  yang mendapat giliran sehari sebelumnya dikabarkan kehilangan suara, bahkan ada yang keluar dengan mata merah mau menangis. Di depan ruang sidang, sebuah lorong panjang menjadi tempat para mahasiswa menunggu giliran. Suasana hening, kecuali beberapa bisik- bisik panik dan buku catatan yang dibolak-balik tanpa benar-benar dibaca.  Pintu ruang sidang terbuka. Asisten Bu Esti muncul, menyampaikan pesan bahwa siapa pun yang siap, dipersilakan maju lebih dulu.  Tak...

Ten Thousand Lifetime

I will search for you through a Thousand Worlds and Ten Thousands of a Lifetime . Until I find you 47 ronin

Kepingan

Dari kepingan kepingan tersisa Dari reuntuhan bangunan cinta Kubangun harapan harapan baru Tak mudah, tapi juga tak sulit Bersama kita bangun Gubuk hangat kasih sayang 24jan19