Skip to main content

Posts

Belajar dari Jogokariyan

Nama Masjid ini tidak terdengar Islami. Masjid Jogokariyan namanya. Arsitekturnya sederhana, tidak se ‘wah’ Masjid megah nan berlapis emas dengan arsitektur memukau. Pun tak sebesar Masjid lain di perkotaan yang dihiasi ornamen-ornamen memikat. Masjid Jogokariyan memang hanya Masjid kampung yang sederhana dengan dua lantai. Akan tetapi, soal manajemen dan kemakmuran rumah ibadah umat Islam, Masjid yang berlokasi di jalan Jogokariyan no. 36 Yogyakarta ini boleh dijadikan sebagai tempat studi banding. Jamaah Shubuh di Masjid ini separuh dari Jamaah Jum’at! Ramai sekali. Di saat banyak Masjid yang sangat bergantung pada sumbangan warga di sekitarnya, Masjid Jogokariyan malah tidak bergantung pada infaq dan shadaqah masyarakat. Bahkan, dengan manajemen yang profesional, keberadaan Masjid Jogokariyan justru membantu kehidupan ekonomi warga sekitar. Masjid Jogokariyan mampu menjadikan ekonomi berbasis Masjid sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Prinsipnya, “Jika pasar mengalahkan M...

Butuh

Lebaran tak lama lagi Sepuluh hari dari sekarang Matamu menerawang Gelisah karena ketiadaan Tak seperak duit tergenggam Beratus butuh menampakkan diri Anak butuh baju baru Bini butuh kutang baru Emak dikampung menunggu Kamupun butuh sesuatu Di Pasar Tiba tiba mata berbinar Seorang ibu berbaju kuning norak Perhiasan menumpuk ditubuh gendut Ditangan gelang emas berjajar delapan Dileher terkalung bagai rantai kapal Tak butuh lama kamu berpikir Inilah jalan memenuhi butuh Di Pasar jugalah Hidupmu tak berlanjut Ditikam pisau tukang daging Dihantam batu tukang parkir 1436H

Pelangi

Lama pelangi tak nampak Di bentang cakrawala Kemarau musnahkan warna Danau menjadi coklat Tanah gersang mengabu Kau pun kurus memucat fsw, 171015

Desir Angin

Communication Problem

Perjalanan Cinta

Setia menemani

Pagi kau berlari bersama teman Menjumput asa mencari cinta Siang hari kau berjalan sendiri Ditinggal janji hidup bersama Ingin hasratmu tetap menyala Memenuhi janji memeluk dunia Pada Senjamu kau ingin berjalan sendiri jua Setelah semua lelah tak berbalas Tapi aku tetap disini ingin menemanimu Bersama waktu menunggu panggilanNYA