Skip to main content

Butuh

Lebaran tak lama lagi
Sepuluh hari dari sekarang
Matamu menerawang
Gelisah karena ketiadaan
Tak seperak duit tergenggam
Beratus butuh menampakkan diri
Anak butuh baju baru
Bini butuh kutang baru
Emak dikampung menunggu
Kamupun butuh sesuatu

Di Pasar
Tiba tiba mata berbinar
Seorang ibu berbaju kuning norak
Perhiasan menumpuk ditubuh gendut
Ditangan gelang emas berjajar delapan
Dileher terkalung bagai rantai kapal
Tak butuh lama kamu berpikir
Inilah jalan memenuhi butuh

Di Pasar jugalah
Hidupmu tak berlanjut
Ditikam pisau tukang daging
Dihantam batu tukang parkir

1436H

Comments

Popular posts from this blog

Ujian Pertama di Bulan Puasa

Siang pertama di bulan puasa bukanlah penyebab bintik-bintik keringat yang mulai bermunculan di kening para mahasiswa. Penyebabnya adalah ujian lisan mata kuliah Psikologi Pendidikan, dan wajah Bu Esti, dosen penguji, yang dalam sekejap bisa mengubah bintik keringat itu menjadi tetesan.  Satu julukan untuk Bu Esti: Dosen Tanpa Ampun Terlalu lurus, terlalu disiplin, terlalu kaku. Wajahnya datar nyaris tanpa ekspresi Tapi sorot matanya bisa melunturkan keberanian sebelum satu kata pun terucap. Beberapa mahasiswa  yang mendapat giliran sehari sebelumnya dikabarkan kehilangan suara, bahkan ada yang keluar dengan mata merah mau menangis. Di depan ruang sidang, sebuah lorong panjang menjadi tempat para mahasiswa menunggu giliran. Suasana hening, kecuali beberapa bisik- bisik panik dan buku catatan yang dibolak-balik tanpa benar-benar dibaca.  Pintu ruang sidang terbuka. Asisten Bu Esti muncul, menyampaikan pesan bahwa siapa pun yang siap, dipersilakan maju lebih dulu.  Tak...

Ten Thousand Lifetime

I will search for you through a Thousand Worlds and Ten Thousands of a Lifetime . Until I find you 47 ronin

Kepingan

Dari kepingan kepingan tersisa Dari reuntuhan bangunan cinta Kubangun harapan harapan baru Tak mudah, tapi juga tak sulit Bersama kita bangun Gubuk hangat kasih sayang 24jan19