Skip to main content

Butuh

Lebaran tak lama lagi
Sepuluh hari dari sekarang
Matamu menerawang
Gelisah karena ketiadaan
Tak seperak duit tergenggam
Beratus butuh menampakkan diri
Anak butuh baju baru
Bini butuh kutang baru
Emak dikampung menunggu
Kamupun butuh sesuatu

Di Pasar
Tiba tiba mata berbinar
Seorang ibu berbaju kuning norak
Perhiasan menumpuk ditubuh gendut
Ditangan gelang emas berjajar delapan
Dileher terkalung bagai rantai kapal
Tak butuh lama kamu berpikir
Inilah jalan memenuhi butuh

Di Pasar jugalah
Hidupmu tak berlanjut
Ditikam pisau tukang daging
Dihantam batu tukang parkir

1436H

Comments

Popular posts from this blog

Ten Thousand Lifetime

I will search for you through a Thousand Worlds and Ten Thousands of a Lifetime . Until I find you 47 ronin

Aku Ingin Melukis Rumah Untukmu, Anakku

Aku Ingin Melukis Rumah Untukmu, Anakku Sedang duduk kita di beranda Tangan-tangan kecilmu dan terang bola matamu Adakah bedanya Dengan gambar kecilku dulu Waktu kulukis rumah Tanpa pintu tanpa jendela Dan langit kelabu diatasnya Ingin kuhapus masa lalu Hari-hari terisak yang sukar engkau mengerti Sekarang dibelakangmu aku berdiri Sudahkah benar aku menjadi ayah Setelah memberimu beberapa Sesuatu yang tidak engkau pinta Namun aku harus melakukannya Selagi kental tinta kasih sayang kita Mungkin belum pudar persahabatan, kejujuran, Dan semua saja yang pernah kita bangun Menuliskan garis dan warna menawan Ingin aku melukis lagi sebuah rumah untukmu Dengan awan putih diatasnya Sebuah rumah yang terang Berpintu dan berjendela Agar bebas mengalir lalu lalang Bendera nurani kita 1995 Handrawan Nadesul