Skip to main content

Posts

Aku ingin menjemputmu demi kenangan kita dan perjalanan yang belum usai

Aku ingin menjemputmu, Demi kenangan kita Saat mana tangan kita saling menggenggam dalam perjalanan pulang Sesalku ketika tak melihatmu turun dari bis merah Kita tertawa bersama Melangkah menjauhi keramaian Memelukmu erat adalah kenangan yang tak pernah usai hangatnya Menciummmu adalah kenangan panas membara Terbawa dalam perjalanan hingga kini Aku ingin menjemputmu Demi perjalanan kita yang belum usai Berbisik padamu tentang inginku Melangkah bersama dalam perjalanan panjang Tempuh gersangnya gurun kehidupan Mengusap air matamu Aku ingin menjemputmu Menyelesaikan putaran waktu kehidupan demi kenangan kita dan perjalanan yang belum usai …. ~yk/100713

CINTA

Ketika aku melihat dunia dengan KEMARAHAN . Dunia terlihat muram ... Ketika aku melihat dunia dengan CINTA ,  bahkan Lampu Merah pun diterjang!!!

Sego Pecel

Ada banyak yang bisa kau lakukan dengan tubuhmu,

Dengan senyummu, kau bisa menghiasi dunia Dengan matamu, kau bisa cerita tentang pelangi kehidupan Dengan tanganmu, kau bisa membantu sesama Dengan kakimu, kau bisa menuju kemuliaan Dengan kupingmu, kau bisa mendengar keluh sesama Dengan bibirmu, kau bisa meredam amuk manusia Dengan KEJUJURANMU, kau bisa bermakna ...

IBU

Oleh: Wiji Thukul ibu pernah mengusirku minggat dari rumah tetapi menangis ketika aku susah ibu tak bisa memejamkan mata bila adikku tak bisa tidur karena lapar ibu akan marah besar bila kami merebut jatah makan yang bukan hak kami ibu memberi pelajaran keadilan dengan kasih sayang ketabahan ibuku mengubah rasa sayur murah jadi sedap ibu menangis ketika aku mendapat susah ibu menangis ketika aku bahagia ibu menangis ketika adikku mencuri sepeda ibu menangis ketika adikku keluar penjara ibu adalah hati yang rela menerima selalu disakiti oleh anak – anaknya penuh maaf dan ampun kasih sayang ibu adalah sinar kegaiban tuhan mebangkitkan haru insan dengan kebajikan ibu mengenalkanku kepada tuhan

Sebuah Cerita Tentang Kasih Sayang

Berikut ada kisah menarik dari tulisan George W Burns (psikoterapist) yang saya forward dan mudah2an bisa jadi perenungan dan pencerahan bagi kita semua Pada suatu ketika, ada sebuah pulau yang dihuni oleh semua sifat manusia. Ini berlangsung lama sebelum mereka menghuni tubuh manusia, dan lama sekali sebelum kita mengotak-ngotakkannya kedalam istilah baik atau buruk. Pokoknya mereka ada, dengan ciri-cirinya sendiri. Bahkan sifat-sifat tersebut berdiri sendiri sebagaimana manusia. Mungkin itu sebabnya pada akhirnya mereka bersatu. Dipulau tersebut hiduplah Optimisme, Pesimisme, Pengetahuan, Kemakmuran, Kesombongan, dan Kasih Sayang. Sudah barang tentu sifat-sifat yang lain hidup disana juga. Pada suatu hari dimaklumatkan bahwa pulau tersebut pelan-pelan tenggelam. Ketika sifat-sifat tersebut mendengar berita ini, mereka dilanda kepanikan. Mereka berlarian kesana kemari seperti semut yang rumahnya diinjak sampai hancur. Setelah beberapa saat mereka mulai tenang dan merencanakan t...