Skip to main content

Posts

Ujian Pertama di Bulan Puasa

Siang pertama di bulan puasa bukanlah penyebab bintik-bintik keringat yang mulai bermunculan di kening para mahasiswa. Penyebabnya adalah ujian lisan mata kuliah Psikologi Pendidikan, dan wajah Bu Esti, dosen penguji, yang dalam sekejap bisa mengubah bintik keringat itu menjadi tetesan.  Satu julukan untuk Bu Esti: Dosen Tanpa Ampun Terlalu lurus, terlalu disiplin, terlalu kaku. Wajahnya datar nyaris tanpa ekspresi Tapi sorot matanya bisa melunturkan keberanian sebelum satu kata pun terucap. Beberapa mahasiswa  yang mendapat giliran sehari sebelumnya dikabarkan kehilangan suara, bahkan ada yang keluar dengan mata merah mau menangis. Di depan ruang sidang, sebuah lorong panjang menjadi tempat para mahasiswa menunggu giliran. Suasana hening, kecuali beberapa bisik- bisik panik dan buku catatan yang dibolak-balik tanpa benar-benar dibaca.  Pintu ruang sidang terbuka. Asisten Bu Esti muncul, menyampaikan pesan bahwa siapa pun yang siap, dipersilakan maju lebih dulu.  Tak...

Sudah

 AKU sudah mencintaimu dengan cara yang engkau inginkan. Perpisahan adalah caraku mencintaimu. Melihatmu ceria, tertawa, melalui tabir kehidupan sudah membuatku bahagia. Begitu banyak salahku padamu tapi begitu besar juga cinta padamu. Tidak... tidak lagi aku menjumpaimu dalam hidupmu.... kau sudah bahagia sekarang Aku

SOUL Challenge

@soulissolution dan @arsaningsih

Jarak

Sebelum jarak mendekat Sebelum bayang jadi nyata Keraguan memudar

Ke Ujung Dunia

Melangkahlah hingga ke ujung dunia yang kau mampu. Sembari berjalan, ingatlah semua nasihat para tetua, orang orang yang menyayangimu, bimbingan agama yang telah kau dapat. Hingga aku disini bisa berbangga, ketika melihatmu di ujung dunia yang kau mampu raih ][pesanku untuk anak anakku ][ 25Jan19

Sesuatu

K ini aku tak ingin pasangan yang sempurna, tak ada yang sempurna .... pun diriku. Suatu saat, hanya seseorang yang saling cinta, menerima saling ketaksempurnaan, teman bercerita sampai tua yang akan menemaniku 25Jan19

Kepingan

Dari kepingan kepingan tersisa Dari reuntuhan bangunan cinta Kubangun harapan harapan baru Tak mudah, tapi juga tak sulit Bersama kita bangun Gubuk hangat kasih sayang 24jan19

Di usia 15 tahun

Kepada langit Kutitipkan doa doa Terbaik Agar ia selalu dalam bimbinganMU ya Allah Kepada laut dan bumi, jagalah ia agar selalu menapaki jalan terbaik dalam menggapai citanya *saat Shasha 15 tahun ][ 21Jan19

Jejak

menjejak dunia maya mengenang perjalanan mencoba abadi oleh karya tak sempurna

Paras

Bukan karena paras ayu merayu Aku jatuh cinta padamu Tak bisa ku alihkan pandang Dari hatimu yang sejuk memelukku Senyum terpancar dari hatimu Tak hilang jua Walau aku sembunyi 16 Nov '18

Terbesar

Kebahagiaan terbesarku adalah saat Kukecup kepala anak anakku.  Kupejamkan mataku dan mendaraskan doa doa terbaik Saat kubuka mata, berusaha agar tak ada air mata menetes

CINTA

Aku ingin ucap cinta Yang tanpa kata Dari tatap mata Meluncur banyak makna

Terjebak

Kau menjebakku dalam cinta tak berkesudahan. Ketika aku meninggalkanmu hanya agar kau bisa mencintai dirimu sendiri, aku terpojok di bangunan rapuh menyendiri. Juga ketika Aku ingin memelukmu erat hanya agar aku kuat melangkah,  kemudian mendudukkanmu di kursi reyot senja kehidupan. Tak kuasa juga aku melakukannya, aku tak ingin ada tangis kedua di pipi manismu....

Memaki

Memakimu.... !! Itu yang seharusnya kulakukan Kala kau membunuhku Dengan ketakjujuranmu ... Memakimu... Percayalah tak akan kulakukan itu Justru kata cinta Dan erat genggam tanganmu Karena cinta Bukan tentangmu padaku Cinta adalah tentangku padamu.... fsw/071117

Aku melakukan kesalahan

Aku melakukan kesalahan, ketika melihat kebenaran hanya ada pada kata kataku saja. Kesalahan ketika melangkah berdasar kebenaran pendapatku belaka. Menganggap aku bisa memenuhi harapnya tanpa bertanya Kini aku mendapat pelajaran Bahwa kebenaran tak hanya dari pendapatku semata Kebenaran juga bukan hanya miliknya semata Kasih sayang antara kita yang utama Kini, aku selalu menghadirkan pelukan Setiap malam saat aku bersamanya Tak kupedulikan kebenaranku sendiri Memelukmu adalah kebenaran yang selalu kuperjuangkan

Waktu

Selalu ada masa lalu Karena detak jam selalu maju Kaulah cintaku Teman saat tuaku 130617

Ombak

Seperti ombak menghantam, tak ada yang lebih kejam dari rindu yang menghujam 150617

Kalau

kalau kau marah bersandarlah di bahuku kalau kau cinta peluklah aku kalau kau tak berdaya berpegang tanganlah denganku tak kan kubiarkan dirimu sendiri berlalu 200617

Wedangan Kampung

Aku menemukan "oase" baru. Tempat ini menarik, bukan karena makanannya tetapi lebih karena atmosfir tempat. Sesuatu yang menyejukkan hati. Berlokasi di Jalan Kaliurang Yogyakarta, Jembatan Serong. Coba cari di Google Maps, pasti ada. Mari olah rasa disini......